Candi Abang
Udah lama banget nih kami nyari tempat semacam rumput-rumput
tempat para Teletabis bermain :p Akhirnya kami nemu juga tempat semacam itu, namanya
Candi Abang. Sebenarnya di tempat ini gak bakalan kalian ngeliat bentuk candi
atau semacamnya, hanya bukit kecil saja, entahlah kenapa bisa di namakan Candi
Abang.
Waktu itu masih musim hujan jadi harus di pending dulu
rencana kami. Karena menurut informasi yang kami peroleh tempat ini akan lebih
bagus jika musim kemarau. Akhirnya kemarau yang ditunggu-tunggu tiba juga. Kami
tidak tau pasti lokasi tempat ini, yang kami tau ada di Berbah (padahal Berbah
kan luas banget :| ). Yah di jalan mau gak mau kami harus banyak tanya. Sejenak
kami mampir di angkringan yang ada di pinggir jalan menuju Berbah untuk makan
siang. Kesmpatan itu kami gunakan untuk bertanya lokasi itu. Untunglah ada yang
tau lokasi Candi Abang itu. Banyak alternatif jalan menuju tempat itu, yang
malah membuat kami bingung. Tapi kami di pilihkan jalan yang mudah, dari arah
Jogja bangjo Kid’s Fun belok kiri, dari situ lurus terus sampai ada pertigaan
tang seberangnya ada Indomart ambil kanan, nah dari situ kalian tanya-tanya aja
sama penduduk sekitar.
Sampailah kami di jaln menuju lokasi, jalan kecil dan agak
kurang bagus sih, tapi gak begitu jauh dari jalan raya kok. Lebih baik, sepeda
motor dititipkan aja di rumah warga soalnya sulit jika keatas menggunakan
sepeda motor, apalagi belum ahli, naiknya juga gak begitu tinggi kok, beberapa
menit juga sudah sampai.
Sesampai di atas, kalian bakal disuguhi padang rumput yang
sudah kecoklatan (efek musim kemarau) yang di tengah-tengahnya ada gundukan
bukit kecil yang bisa kita daki. Bingung sih mau cerita apa lagi, kalian liat
aja deh foto-fotonya.
Oh iya, waktu kami santai-santai, tiba-tiba saja ada
segerombalan anak-anak kecil. Awalnya lucu sih, tapi ternyata mereka nakal
banget. Dengan beraninya mereka menggeledah tas kami tanpa persetujuan. Mereka nyari
rokok sama uang, kalau di liat dari postur sepertinya mereka masih SD, kelas
3-5 gitu. Gak sengaja waktu kami pinjam sepeda mereka, rantainya lepas, kami
disuruh memperbaiki atau membayar kepada masing-masing anak Rp 5.000. Lama kami
memperbaiki tapi tetap saja tidak bisa. Mereka tanya-tanya nama kami, pak wik
(pacarku) mengaku sebagai Rangga yang berprofesi sebagai Polisi, akhirnya
anak-anak kecil itu agak ketakutan lalu turun, haha mau-maunya di bohongi :p
Menurut informasi dari bapak-bapak tempat kami parkir, kadang anak-anak itu
sering menggemboskan ban pengunjung, jadi harus hati-hati, itu juga sebabnya
lebih baik motor dititipkan, cukup bayar Rp 2.000. Oh iya, gak ada retribusi
masuk menuju tempat ini, enak kan :)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar