PANTAI TIMANG

“Di balik jalan yang terjal
terdapat pantai yang indah.”
Ya, ungkapan itu sangat cocok
menggambarkan pantai ini. Pantai Timang. Pantai yang masih tersembunyi dan
belum banyak orang yang mengetahui pantai ini. Padahal sebenarnya pantai ini
sudah lumayan terkenal sampai ke manca negara. Banyak wisatawan asing yang
pernah mengunjungi pantai ini (kata nelayan lokal sih gitu). Beberapa telivisi
juga banyak yang sudah meliput pantai ini. Hanya saja akses menuju pantai ini
masih terbilang susah. Bayangkan saja untuk menuju pantai ini,
±
4km jalannya belum beraspal dan hanya terbuat dari batu-batu kapur dan terkadang ada yang sudah berupa cor-coran, itupun sudah agak rusak. Sangat melelahkan
dan cukup berat memang, tapi itu lah perjuangan yang harus dibayar untuk
menikmati pantai yang keindahannya sulit dijelaskan dengan kata-kata ini.

Pantai ini terletak di Wonosari,
sebelah Barat pantai Siung. Akan ada plank kecil penunjuk arah pantai ini. Sangat
kecil, jadi harus seksama, kami saja hampir keblabasan. Memang Wonosari banyak
menyajikan pantai-pantai yang indah. Tapi, di Timang ini kalian bakal menemukan
sesuatu yang sangat berbeda dari pantai-pantai lainnya, sesuatu yang bukan
hanya indah, tapi juga sesuatu yang sangat unik. Dijamin asik pemandangannya! Sebenarnya
Timang ini lebih terlihat seperti tebing karang, yang diseberangnya ada pulau
karang yang biasa digunakan nelayan setempat untuk mencari lobster. Pulau Panjang.
Nah ini dia yang membuat Timang ini
istimewa dan unik. Untuk menyeberang ke Pulau Panjang , para nelayan membuat
semacam kereta gantung sederhana. Emm bukan kereta sih, tapi prinsipnya hampir
sama (kayaknya), hehe. Penduduk sekitar menyebutnya “Gondola Kayu”. Ada 6
nelayan yang membuat gondola ini, tapi sekarang hanya tinggal 5 nelayan saja
yang masih menggunkan gondola ini, karena yang satu sudah tua, begitu kata
salah seorang nelayan yang kami temui. Ya, waktu itu kami sedang beruntung
sempat bertemu dengan seorang nelayan yang sedang mencari lobster dan sehabis
menyebrang. Sungguh hal yang sangat menarik bisa melihat nelayan yang sedang
menyeberang. Dibutuhkan nyali yang besar untuk menyeberang ke Pulau Panjang,
mengingat jaraknya
yang lumayan ditambah anginnya yang lumyan kencang. Salut dengan
para nelayan setempat yang setiap harinya menyeberang untuk mencari lobster.
Sayang perjalanan kami harus di akhiri
karena gerimis yang mulai turun. Sedikit kecewa, tapi kami sangat puas telah
melihat langsung keindahan dan keunikan pantai ini :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar