TAMAN
PELANGI
Monumen Jogja Kembali atau biasa
sering disebut Monjali dikala malam berbah menjadi gemerlapan lampu-lampu
lampion. Ya, Monjali kini sudah bermetamorfosis menjadi Taman Pelangi. Mungkin
itu salah satu usaha dari pemerintah Jogja untuk menghidupkan kembali monumen
yang sudah hampir sepi itu. Dan memang benar, kini monumen itu hidup kembali. Banyak wisatawan mengunjungi tempat itu,
mulai dari orang tua, muda-mudi, dan anak-anak kecil sekalipun.
Bulan September 2012 silam, kami
menyambangi tempat itu. Tapi tak hanya berdua, tapi dengan teman-teman cewekku.
Aku lupa berapa retribusi masuk ke kawasan itu, seingatku cukup terjangkau
kantong mahasiswa lah. Meskipun pergi beramai-ramai, namun tetap saja terasa
romantis. Mungkin karena suasana di kawasan itu sudah didesain untuk
menciptakan suasana romantis. Pastilah, karena di kawasan itu banyak di pasang
lampion-lampion yang aduhai. Alunan musik-musik pun menambah sahdu suasana.
Sebenarnya banyak wahana yang di sediakan di kawasan itu, namun kami berenam
memilih berjalan-jalan berkeliling mengitari kawasan itu (biar ngirit). Tak
lupa kami bernarisis ria. Awalnya kami (aku dan kamu) malu-malu untuk berfoto
berdua. Tapi pada akhirnya malah jadi kami yang sering berfoto, haha.
Alunan lagu dari ‘Andra and The
Bakbone- Tak Ada Yang Bisa’ sedang berkumandang. Saat itu, hanya ada aku dan
kamu, teman-teman sedang sibuk berfoto. Tiba-tiba, kamu menyanyikan lagu itu
dengan tatap mata yang melelehkan hati. Tak sampai selesai, tapi sampai sekarng
pun aku masih ingat moment saat kamu menyanyikan lagu itu.
Tak terasa kami berenam sudah
mengitari hampir semua sudut kawasan itu. Lelah baru terasa, kamipun istirahat
dan duduk-duduk di tempat yang sudah di sediakan. Malam kian larut, akhirnya
kami memutuskan menyudahi jalan-jalan kami. Kamipun berjalan ke parkiran dengan
hati riang gembira. Namun, sesuatu terjadi. Kunci motor salah satu teman kami
hilang, entah jatuh dimana. Kami berenam kebingungan, ditambah ini sudah sangat
larut. Aku dan kamu pun memutuskan untuk masuk kembali ke kawasan itu,
kebetulan tadi kamu mersakan ada sesuatu yang jatuh di suatu tempat. Kami
berdua pun menuju tempat itu. Tak kami sia-siakan momen yang benar-benar hanya
berdua ini. Mencari kunci yang hilang itu sambil berpacaran,wkwk. Dan akhinya
kunci itu ketemu, lega rasanya. Dan kamipun pulang dengan riang gembira (lagi).
:p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar